Hakam dan staff KJRI Kinabalu (pembaca)
Jakarta - Tak kenal lelah, Hakam
Pabruri mengayuh sepeda dari Malang-Malaysia selama 1 bulan lamanya.
Usai menginjakkan kaki di Kota Kinabalu, Hakam akan melanjutkan
perjalanan ke Brunei Darussalam guna kampanye penyelamatan spesies penyu
atau dikenal dengan 'Save Turtle'.
Seperti dilansir
dalam siaran pers KJRI Kinabalu, Rabu (26/12/2012), Hakam bersepeda
karena non emisi gas buang dan lebih ramah lingkungan. Tujuan awalnya
adalah hobi, kemudian punya ide untuk bersepeda ke luar negari.
"Keseluruhan
perjalanan ini hampir tidak mengeluarkan uang sendiri karena dibayarin
teman-teman komunitas," kata pria kelahiran 12 Juli 1992 ini.
Hakam
menempuh rute Malang, Surabaya, Makassar, Bantimurung, Maros,
Pare-pare, Toraja, Polewali, Mamuju, Palu. Lantas perjalanan dilanjutkan
menggunakan speed boat ke Tawau. Perjalanan dilanjutkan menuju ke
Kalabakan, Sapulut, Nabawan dan berakhir di Kota Kinabalu.
"Perjalanan
selama ini untungnya tidak seseram yang diinfokan oleh teman-teman.
Saya memakai Google Maps untuk menunjukan arah," kata Hakam yang
menggunakan wifi dan GPS dalam perjalananya.
Stok makanan dia
persiapkan terutama saat melintasi daerah yang memaksanya nginap di
hutan. Bermodal uang Rp 1 juta, Hakam berani melanglang buana dengan
sepedanya.
Misi menyelamatkan penyu ini ternyata mendapatkan
respon yang di luar harapan dari pemerintah daerah setempat di
Indonesia, akan tetapi apa yang sudah diusahakan telah tercapai.
"Setidaknya
saya sudah berusaha dan perbuat dan kiranya usaha saya ini suatu saat
akan membuahkan kesadaran untuk menyelamatkan spesies ini", harap Hakam.
Rencananya, besok pagi Hakam meneruskan kayuhan sepedanya
menuju ke Brunei Darussalam. "Harapan saya, misi menyelamatkan spesies
penyu ini dapat tersiarkan ke seluruh dunia," cetus Hakam.
sumber: detik
